Popartustd1a’s Weblog

just think what do you think..

ART AND CRAFT MOVEMENT

ART AND CRAFT MOVEMENT

Dengan adanya revolusi industri, bidang industri semakin berkembang. Berbagai jenis barang kebutuhan diproduksi dalam pabrik. Namun kualitasnya makin menurun dari hari ke hari. Sebagai reaksi dari keadaan tersebut, timbul suatu gerakan yang dinamakan ‘Art & Craft Movement’.

Gerakan seni dan kriya atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris sebagai art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual.

Pelopornya adalah John Ruskin (1819-1900) dan William Morris (1834-1896). Ruskin melihat adanya ‘suatu yang hilang’, para seniman tidak lagi menikmati ‘proses produksi’, akibat pelaksanaannya yang terstandarisasi, sehingga dapat menghambat kreativitas para seniman. Penggunaan mesin dalam setiap proses produksi menghasilkan produk yang terstandarisasi. Gerakan Art & Craft ini memusuhi mesin, sehingga tiap produk yang dihasilkan merupakan buatan tangan hasil kreativitas para seniman.

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

Art and Craft Movement ingin mengembalikan pada kaidah ‘recover humanity and beauty’. Karya-karya Morris sendiri banyak dipengaruhi oleh inspirasi Gothic Art, yang dianggap sebagai the culture of the God, berkesan glorious dengan sifat yang authorian (dengan kekuasaan/ authority tertinggi berada di ‘tangan’ Tuhan). Tema-tema gothic sendiri memberikan kesan dignity, religius serta menekankan pada harmoni. Hal ini akan segera tertangkap pada kediaman Morris yang terlihat ‘terinspirasi’ dengan bangunan yang menjulang, pemilihan bahan (batu bata merah) yang sangat harmoni dan selaras dengan rerumputan hijau di halaman yang lapang. Atau penggambarannya atas sosok ideal wanita pada masa tersebut yang lebih bermain pada distorsi (dengan memanjangkan kaki dan membuat sosok yang lebih kurus) yang sangat berlainan dengan sosok wanita ideal dari era renaissance yang lebih mengagungkan sosok yang padat dan berisi.

Karya-karya pada Art and Craft Movement berangkat dengan gaya yang baru (new style) dengan inspirasi dari alam (nature) yang disederhanakan (simplified) serta ditampilkan dalam bentuk pattern. Produk-produknya juga merupakan kombinasi dari art dan craft (sesuai nama gerakannya) yang begitu memperhatikan kualitas. Art and Craft Movement menekankan pada produk-produk yang dihasilkan dengan tangan (hand made), meski untuk itu produk yang dihasilkan secara jumlah menjadi sangat terbatas. Itu dikarenakan gerakan ini anti mesin-mesin industri untuk membuat produksi yang lebih massal. Ini pula yang kemudian dianggap sebagai faktor yang membuat gerakan ini dianggap gagal.

Contohnya : Red House (1859)

Pembangunan Red House seluruhnya merupakan hasil kreativitas manusia, tanpa menggunakan mesin, pengerjaannya seluruhnya merupakan buatan tangan mulai dari sistem struktur sampai pada ornamen-ornamennya. Bangunannya masih tetap terdiri dari bentuk geometris sederhana, bangunan mulai metampakkan kesan “ringan”-nya degan adanya jendela lebar pada façade, yang dimungkinkan karena pergantian sistem struktur dari sistem dinding-pemikul ke sistem rangka. Tampilan ukiran mulai ditinggalkan, digantikan dengan bahan yang prafabrikasi. Portico kembali menyusut secara fungsional, dimana bentukan lengkung mash tetap dipakai, tetapi bukan sebagai bentkan yang dominan.

Klasifikasi

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:

  1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis

  2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

Contoh karya

  • Cover majalah studio 1888 – tidak dikenal

  • Cover majalah “Craftsman” – Gustav Sticley

  • Halaman buku “Morte’d Arthur” – Aubrey Breadsley

Contoh seniman

  • William Morris

  • Owen Jones

  • Gustav Sticley

  • Aubrey Breadsley

  • Arthur Mc. Murdo

  • Adolf Loos

  • Michael Tonet

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Arts_and_Crafts_movement

Advertisements

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: