Popartustd1a’s Weblog

just think what do you think..

Pengaruh Aliran Dalam Kehidupan Sehari-hari

Didalam kehidupan kita sehari-hari banyak sekali ditemukan benda-benda yang mengandung sentuhan ke-7 aliran seni yang telah dibahas. Berikut ini beberapa benda yang ada di sekitar kami..

 

White Chair

Menurut kami kursi putih ini mengandung unsur art nouveau, karena terlihat dari kaki meja yang melengkung.

Pakaian 1set

Pakaian ini milik adik salah satu anggota kami. Menurut kami, pakaian ini mengandung unsur de stijl. Karena melihat pola baju yang mengandung warna-warni de stijl.

Jam Antik

Jam ini menurut kami mengandung unsur art deco. jam ini selain sebagai penanda waktu, bisa juga menjadi unsur penghias di rumah. pada jam ini diberikan ornamen dan hiasan, karena diberi hiasan maka jam ini mencirikan art deco yang karya-karyanya selalu diberi hiasan.

Lampu

Lampu ini terletak di ruangan rumah salah satu anggota kami, menurut kami mengandung unsur bauhaus. Karena dilihat dari bentuknya yang simpel namun juga menarik. Tidak menggunakan hiasan ornamen apa pun.

Traditional Carving Methodology 

Menurut kami, pahatan tradisional ini mengandung unsur art and craft movement. Karena dari pahatannya menggunakan tenaga manusia dalam seni dan kriya.

Beberapa Contoh Gambar Art Deco

Constructivism_update2

Pergerakan kontruktivisme

Pergerakan kontruktivisme merupakan pergerakan yang diciptakan oleh pelopor seni Rusia dan cepat menyebar. seni konstruktivisme merupakan seni dengan kesepakatan untuk melengkapi abstraksi dengan sebuah pengabdian terhadap modernitas dimana tema-temanya geometrik kinetik, eksperimental. Bentuk-bentuk yang objektif membawa arti secara universal lebih cocok untuk pergerakan dibandingkan dengan bentuk subjektif dan individualistik. Tema konstruktivisme cukup minimalis, dimana seni bekerja turun drastis menjadi elemen dasar. Media baru jarang digunakan dalam pekerjaan kreatif, yang mana dapat membantu menciptakan sebuah gaya dari seni yang baik. Prinsip dari teori konstruktivisme berasal dari 3 gerakan utama yang berkembang pada awal abad 20 an. Konstruktivisme tergabung dengan arsitektur dan seni terapan pada awalnya. Pergerakan yang cepat ini sangat idealistik, mencari sebuah bentuk baru dalam seni dan arsitektur yang sesuai dengan masalah sosial dan ekonomi.

Tokoh-tokohnya: Vladimir Ttalin, Kasimir Malievich, Alexandra Exter, Robert Adams dan El Lissitzky.

Sumber : http://www.grahampotter.com/constructivism.html

Beberapa contoh gambar dari De Stijl

red-bluechairbygerritrietveld.jpgp3285669.jpgdestijl.jpg

De Stijl

De Stijl

Key Movement Dalam era Modernisme di Eropa, dua gerakan yang dapat dibilang menjadi pergerakan utama ialah Bauhaus di Jerman dan de Stijl di Belanda. Bauhaus yang dalam bahasa Jerman berarti “Architecture House ” ialah sekolah seni dan arsitektur yang berdiri di Jerman dari tahun 1919 s/d 1933 sebelum pindah ke Amerika, gaya desain Bahaus menjadi salah satu gaya paling berpengaruh dalam gaya arsitektur serta interior era Modernisme di eropa. Beberapa tokoh terkenal dari Bauhaus ialah Gropius, Adolf Meyer, Mart Sam dan Marcel Breuer lewat karya karyanya yaitu “Wasilly Chair”, “Chicago Tribune Tower” dan “Cantilever Chair”. Pergerakan lainnya adalah de Stijl di Belanda, de stijl ialah pergerakan seni di Belanda yang dimulai tahun 1917 belakangan gaya de Stijl-lah yang akan banyak mempengaruhi gaya desain dari Bauhaus , de Stijl dikenal juga dengan nama neoplasticism. Pada awalnya de Stijl ialah sebuah jurnal yang dipelopori oleh seorang pelukis dan kritikus seni Theo van Doesburg, baru kemudian Piet Mondrian, Bart van Der Leck, Gerrit Rietvield, J.J.P Oud dan seniman seniman lainnya bergabung dalam de Stijl. Filosofi seni yang menjadi dasar pekerjaan kelompok ini ialah “New Plastic Art”. De Stijl sedikit banyak terpengaruh oleh gaya cubisme, mysticism serta ideal geometric dari golongan neoplatonic . Para seniman de Stijl coba mengekspresikan keidealan impian serta keharmonisan spiritual serta tatanan dengan cara mengajukan suatu abstraksi dan keuniversalan dengan menyederhanakan bentuk dan warna dalam desain – desain mereka. mereka menyederhanakan susunan visual berdasar arah vertikal dan horisontal, dan memakai hanya warna pokok serta hitam putih. Hal tersebut dapat dilihat dalam beberapa contoh karya mereka, seperti “Rietvield Schroeder House serta Red Blue Chair” . Gaya de Stijl seperti yang telah disebutkan di awal, telah mempengaruhi gaya dari Bauhaus serta gaya arsitektur Internasional, dan juga gaya desain interior dan fashion desain dunia.

The Rietveld Schröder House. satu-satunya arsitektur yang diperkirakan berhubungan langsung dengan gaya De Stijl

The Rietveld Schröder House. satu-satunya arsitektur yang diperkirakan berhubungan langsung dengan gaya De Stijl

de Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni. Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair.

Pengaruh dan perkembangan

Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian, kemudian mempublikasikan manifes seni mereka Neo-Plasticism pada tahun 1920, meskipun istilah ini sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding. Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.

Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.

de Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terbit untuk mengenang kematian Theo van Doesburg.

Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl

* Piet Mondrian (18721944)

* Theo van Doesburg (18831931)

* Ilya Bolotowsky (19071981)

* Marlow Moss (18901958)

* Amédée Ozenfant (18861966)

* Max Bill (19081994)

* Jean Gorin (18991981)

* Burgoyne Diller (19061965)

* Georges Vantongerloo (18861965)

* Gerrit Rietveld (18881964)

* Bart van der Leck (18761958)

Rhythm of a Russian Dance karya Theo Van Doesburg

Red and Blue Chair designed by Gerrit Rietveld in 1917Red and Blue Chair karya Gerrit Rietveld (1917)

Composition with Yellow, Blue, and Red 1939-42. Piet Mondrian. Oil on canvas. 72.5 x 69 cm. London, Tate Gallery. Compositon with yellow, blue, and red

Karya Piet Mondrian(1939-42)

Arsitektur Art Deco

Arsitektur Art Deco
Arsitektur Art Deco selain menerima ornamen-ornamen historis, langgam ini juga menerima pengaruh aliran arsitektur yang sedang berkembang saat itu. Gerakan arsitektur modern yang sedang berkembang pada saat itu bauhaus, De Stijl, Dutch Expressionism, International Style, Rationalism, Scandinavian Romanticism dan Neoclassicism, Arts and Crafts Movement, Art Nouveau, Jugendstil dan Viennese Secession. Mereka ikut mempengaruhi bentukan-bentukan arsitektur Art Deco serta memberikan sentuhan-sentuhan modern. Modern pada saat itu diartikan dengan “berani tampil beda dan baru, tampil lebih menarik dari yang lain dan tidak kuno” kesemuanya itu dimanifestasikan dengan pemilihan warna yang mencolok, proporsi yang tidak biasa, material yang baru dan dekorasi.
Menentukan Gaya Suatu Bangunan
Menentukan gaya sebuah bangunan tidaklah mudah, kita tidak bisa hanya berpedoman pada tahun berdirinya bangunan, lantas kita akan tahu gaya bangunan tersebut. Art Deco mengalami kejayaan pada tahun 1920-1930 tapi bukanlah jaminan apabila bangunan yang dirancang pada tahun 1920-1930 lantas bisa dinamai arsitektur Art Deco, bangunan yang berbentuk kubus menggunakan struktur beton dan tanpa dekorasi sering diklasifikasikan sebagai arsitektur Art Deco karena bentuknya yang geometris, tetapi karena tidak ada dekorasi sama sekali, maka bangunan itu lebih layak untuk tidak digolongkan sebagai arsitektur Art Deco, setidaknya dalam pandangan para purist.
Seni Art Deco termasuk dalam seni terapan, pada arsitektur langgam ini tidak menyuguhkan sesuatu sistem atau solusi yang baru, langgam Art Deco berbicara tentang permukaan dan bentuk. Arsitektur Art Deco merupakan arsitektur ornamen, geometri, energi, retrospeksi, optimisme, warna, tekstur, cahaya dan simbolisme.
Asal Mula Kata Art Deco
Kata Art Deco termasuk terminologi yang baru pada saat itu, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25”. Pameran itu bertujuan meninjau kembali pameran internasional “l’Expositioan Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes” yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu nama Art Deco dipakai untuk menamai seni yang saat itu sedang populer dan modern. Munculnya terminologi itu pada beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco eksis. Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku “Art Deco” karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969.
Art Deco di Indonesia
Pengaruh Art Deco di Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, salah satu diantara mereka adalah C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers. Hotel Preanger Bandung rancangan Schoemaker merupakan arsitektur berlanggam Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya. Selanjutnya perkembangan arsitektur Art Deco di Indonesia tampil lebih sederhana, mereka lebih mengutamakan pola garis-garis lengkung dan bentuk silinder, contoh konkret dari konsep ini adalah Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP), juga rancangan Schoemaker. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur Art Deco ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat dalam lay out bangunannya.
Arsitektur memang menggambarkan kehidupan jaman itu. Pengaruh aliran De Stijl dari Belanda yang menyuguhkan konsep arsitektural “kembali ke bentuk yang sederhana” dan pengkomposisian bentuk-bentuk sederhana menghasilkan pencahayaan dan bayangan yang menarik Aliran ini pula yang banyak mempengaruhi penganut arsitektur Art Deco di Indonesia
Perkembangan Art Deco akhir di Indonesia mengacu pada kedinamisan dan bentuk plastis yang kelenturan fasadenya merupakan pengejawantahan dari kemoderenan teknologi arsitektural. Contoh fasade yang dinamis salah satunya adalah fasade hotel Savoy Homann Bandung yang dirancang oleh A.F. Aalbers.

Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan.
Di Indonesia tentunya banyak bangunan berlanggam Art Deco yang masih harus dicari dan diteliti. Arsitektur ini merupakan salah kekayaan Arsitektur Indonesia.
Sumber : http://www.arsitekturindis.com/art deco

Beberapa contoh gambar dari Futurism

futurism_fottballer.jpg300px-unique_forms_of_continuity_in_space_1913_bronze_by_umberto_boccioni.jpg