Popartustd1a’s Weblog

just think what do you think..

Archive for Constructivism

Constructivism_update2

Pergerakan kontruktivisme

Pergerakan kontruktivisme merupakan pergerakan yang diciptakan oleh pelopor seni Rusia dan cepat menyebar. seni konstruktivisme merupakan seni dengan kesepakatan untuk melengkapi abstraksi dengan sebuah pengabdian terhadap modernitas dimana tema-temanya geometrik kinetik, eksperimental. Bentuk-bentuk yang objektif membawa arti secara universal lebih cocok untuk pergerakan dibandingkan dengan bentuk subjektif dan individualistik. Tema konstruktivisme cukup minimalis, dimana seni bekerja turun drastis menjadi elemen dasar. Media baru jarang digunakan dalam pekerjaan kreatif, yang mana dapat membantu menciptakan sebuah gaya dari seni yang baik. Prinsip dari teori konstruktivisme berasal dari 3 gerakan utama yang berkembang pada awal abad 20 an. Konstruktivisme tergabung dengan arsitektur dan seni terapan pada awalnya. Pergerakan yang cepat ini sangat idealistik, mencari sebuah bentuk baru dalam seni dan arsitektur yang sesuai dengan masalah sosial dan ekonomi.

Tokoh-tokohnya: Vladimir Ttalin, Kasimir Malievich, Alexandra Exter, Robert Adams dan El Lissitzky.

Sumber : http://www.grahampotter.com/constructivism.html

CONSTRUCTIVISM_update

Teori Konstruktivisme

 

didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti:

 

1. Pelajar aktif membina pengetahuan berasaskan pengalaman yang sudah ada.

2. Dalam konteks pembelajaran, pelajar seharusnya membina sendiri pengetahuan mereka.

3. Pentingnya membina pengetahuan secara aktif oleh pelajar sendiri melalui proses saling mempengaruhi antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru.

4. Unsur terpenting dalam teori ini ialah seseorang membina pengetahuan dirinya secara aktif dengan cara membandingkan informasi baru dengan pemahamannya yang sudah ada.

5. Ketidakseimbangan merupakan faktor motivasi pembelajaran yang utama. Faktor ini berlaku apabila seorang pelajar menyadari gagasan-gagasannya tidak konsisten atau sesuai dengan pengetahuan ilmiah.

6. Bahan pengajaran yang disediakan perlu mempunyai perkaitan dengan pengalaman pelajar untuk menarik miknat pelajar.

 

 

 

Konstruktivisme

Konstruktivisme merupakan satu pendekatan yang didapati sesuai dipraktikkan dalam pengajaran dan pembelajaran sains. Dalam pendekatan ini murid dianggap telah mempunyai idea yang tersendiri tentang sesuatu konsep yang belum dipelajari. Idea tersebut mungkin benar atau tidak.

 

Konstruktivisme melibatkan lima fase, iaitu:

1. Guru meneroka pengetahuan sedia ada murid pada permulaan sesuatu pelajaran melalui soal jawab atau ujian.

2. Guru menguji idea atau pendirian murid melalui aktiviti yang mencabar idea atau pendiriannya.

3. Guru membimbing murid menstruktur semula idea.

4. Guru memberi peluang kepada murid mengaplikasikan idea baru yang telah diperoleh untuk menguji kebenarannya.

5. Guru membimbing murid membuat refleksi dan perbandingan idea lama dengan idea yang baru diperoleh.

 

 

Prinsip-prinsip Konstruktivisme

Konstruktivisme merupakan suatu pendekatan p&p yang berdasarkan premis bahawa kognisi (pembelajaran) diakibatkan oleh “pembinaan mental”. Dengan kata-kata lain, pelajar mempelajari dengan mencantumkan maklumat baru dengan pengetahuan sedia adanya. Ahli konstruktivis menegaskan bahawa pembelajaran dipengaruhi oleh konteks sesuatu idea diajar serta kepercayaan dan sikap pelajar.

Caine dan Caine (1991) menenaraikan 12 prinsip pembelajaran ala konstruktivisme:

  1. Otak itu prosesor yang selari. Ia memproses banyak jenis maklumat termasuk fikiran, emosi dan pengetahuan budaya. Pengajaran yang efektif menggunakan pelbagai strategi pengajaran.
  2. Pembelajaran melibatkan keseluruhan fisiologi. Guru tidak boleh menumpukan kepada intelek sahaja.
  3. Usaha untuk mencari makna bersifat semula jadi. Pengajaran efektif menyedari bahasa pengertian bagi seseorang adalah personal dan unik, pemahaman seseorang pelajar bergantung kepada pengalaman uniknya.
  4. Usaha untuk mencari makna berlaku melalui pencorakan. Pengajaran efektif menghubungkaitkan idea dan maklumat dengan konsep dan tema global.
  5. Emosi adalah kritikal kepada pencorakan. Pembelajaran dipengaruhi oleh emosi, perasaan dan sikap.
  6. Otak memproses bahagian kecil dan keseluruhannya secara serentak. Orang menghadapi masalah membelajari sesuatu jika bahagian kecil atau keseluruhan diabaikan.
  7. Pembelajaran melibatkan perhatian berfokus dan persepsi keliling (peripheral). Pembelajaran dipengaruhi oleh persekitaran, kebudayaan dan iklim.
  8. Pelajaran melibatkan proses sedar dan tak sedar. Pelajar memerlukan masa untuk memproses ‘apa’ dan ‘bagaimana’ isi pelajarannya.
  9. Terdapat sekurang-kurangnya dua jenis ingatan: sistem ingatan ruang (spartial) dan sistem ingatan untuk pembelajaran hafalan. Pengajaran yang terlalu mengutamakan pembelajaran hafalan tidak memajukan pembelajaran ruang dan pembelajaran berasaskan pengalaman boleh menghalang pemahaman murid.
  10. Pelajar memahami dan mengingati dengan baik jika fakta dan kemahiran diselitkan dalam ingatan natural dan ruang. Pembelajaran eksperimen adalah paling efektif.
  11. Pembelajaran diperkuatkan oleh cabaran dan dibantutkan oleh ancaman. Iklim bilik darjah harus mencabar tetapi tidak mengugut pelajar.
  12. Setiap otak adalah unik. Pengajaran mestilah dipelbagaikan agar murid-murid dapat menyatakan kecenderungan masing-masing.

 

SUMBER :

http://myschoolnet.ppk.kpm.my/pNp/pm/konstruktivisme.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Konstruktivisme

http://www.teachersrock.net/prinsip_kon.htm

http://semangkukbakmie.blogspot.com/2007/11/konstruktivisme.html

Beberapa contoh gambar dari Constructivism

240px-obmokhu_2.jpg240px-aelita_screenshot.jpg120px-rodchenko-mayak-nipple.jpg006-konstruk.jpg

Constructivism

Constructivism:

sebuah gerakan seni rupa pada awal abad ke-20 yang kebanyakan merangkum bahasa abstrak-formal dan mencari kemungkinan untuk meletakkan seni modern ke dalam kehidupan sehari-hari. Constructivism ini lebih bergerak di bagian seni patung.

Constructivism adalah sebuah penemuan seniman baru Rusia yang diikuti oleh seluruh berbagai benua. Senimannya rata-rata terdiri dari anak muda berkebangsaan Rusia yang mencoba untuk menyatukan keseluruhan ide dari seni modern menurut cara mereka sendiri. Mereka menggambarkan seni yang kebanyakan 3 dimensional. Dan mereka juga sering menggambarkan seni yang dapat dihubungkan kepercayaan Proletar mereka. Teori Konstruktivisme diperoleh dari Suprematisme Rusia, De Stijl Belanda dan Bauhaus Jerman. Jerman merupakan tempat kegiatan Konstruktivisme terbanyak di luar Uni soviet setelah Bauhaus Walter Grophius, sebuah seni progresif dan sekolah desain yang simpatik terhadap pergerakan tersebut, sama seperti pusat2 seni lainnya dan akhirnya Amerika serikat.

Nama Constructivism tidak menjelaskan pergerakan yang detil tetapi lebih merupakan sebuah trend dalam bidang lukisan, pahat, dan khususnya gabungan para seniman dan seni-seni mereka dengan produksi mesin, arsitektur, dan seni terapan.

Seni Constructivism lebih mengarah ke optimistic, konstruksi relief yang tidak representational, pahatan, kinetik dan lukisan. Para senimannya tidak percaya pada ide yang abstrak, mereka lebih suka menghubungkan seni dengan ide yang konkrit dan jelas.

Pergerakan awal era modern sekitar perang dunia I, bersifat idealistis, mencari jenis seni dan arsitektur baru yang berhubungan dengan masalah social dan ekonomi. Mereka ingin memperbaharui ide bahwa titik puncak karya seni tidak hanya berputar sekitar “Seni Murni”. Tetapi lebih menekankan, bahwa karya seni yang paling tak ternilai dapat sering di temui dalam perbedaan halus dari “Seni terapan” dan melalui gambaran seorang pria dan mekanisasi dalam suatu rancangan aestetis.

Constructivism sebagai suatu pergerakan seni modern yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris.

Gerakan Constructivism pada awal abad ke-20 memiliki kecenderungan karya para seniman yang ada biasanya menggunakan material-material industri yang seakan ingin melepaskan diri dari seni patung konvensional saat itu.

Adapula seni turunan dari Constructivism, yang biasa disebut “Dekonstruksi”. Dekonstruksi berlandaskan pada semangat konstruktivisme Rusia. Di mana di dalamnya mencoba untuk mengoyak mimpi indah tersebut melalui penampilan bidang-bidang yang simpang siur dan garis-garis yang merentang sehingga keseluruhan struktur seolah-olah akan segera ‘ runtuh ‘. Banyak kritik dilontarkan terhadap usaha Johnson dan Wigley dalam membeberkan paralelisme antara arsitektur dan dekonstruktivisme dengan kontruktivisme Rusia. Alasannya karena mereka hanya mendasarkan pada kemiripan bentuk dan prinsip estetik, tapi sama sekali mengabaikan konteks social, politik, dan ideologis di mana kedua gejala tersebut tumbuh.

Bahkan Charles Jenks kemudian menyebutnya dengan istilah “ Neo Constructivism “.

Pada akhirnya, Constructivism tidak hanya diterapkan di seni rupa 3-dimensional saja, tetapi juga di media seni rupa lain (2-dimensi dan cinema)